No
|
Tahap
|
Aspek
|
Keterangan
|
1
|
Pengumpulan Informasi
|
Pertanyaan
|
Dengan mempersiapkan pertanyaan tentunya dapat
membantu konselor dalam mengambil data, dalam sesi ini sedapat mungkin
dikerjakan dalam waktu yang relative singkat. Apapun itu konselor harus dapat
mengetahui permasalahan klien.
|
Interaksi dan Reaksi
|
Interaksi diartikan
sebagai upaya menyelidiki calon klien dengan cara yang lembut, bersifat
sementara.
Reaksi dalam kaitan ini diartikan sebagai
tampilnya konselor dengan penyesuaian yang sempurna dengan reaksinya terhadap
calon klien
|
||
2
|
Evaluasi
|
Gejala-gejala
|
Perlu memahami apakah klien tersebut memang
benar-benar dikategorikan sebagai orang yang diindikasikan memiliki gangguan
sesuai dengan DSM
|
Penyebab Gejala
|
Penyebab munculnya gejala persoalan psikologis
yang memerlukan layanan konseling disebabkan oleh tidak terpenuhinya
kebutuhan dasar psikologis itu sendiri. Adapun kebutuhan dasar psikologis
dimaksud adalah kebutuhan akan rasa aman, cinta, penghargaan, keterpenuhan,
stimulasi, kebebasan, kesenangan, dan tujuan (cita-cita).
|
||
Meringankan Gejala
|
Untuk dapat menghilangkan gejala psikologis yang
timbul pada diri seseorang tergantung dari jenis gejala yang muncul. Jika
yang terjadi adalah kerusakan suasana psikologis akibat kejadian tertentu,
maka dilakukan dengan merestruktur cara berfikirnya, memberikan kesempatan
untuk mengungkapkan segala harapannya dan menentramkan perasaan secara
bertahap, memberikan kasih sayang. Jika gejala yang terjadi adalah
tertolaknya keinginan dari hubungan yang diharapkan dari orang lain, bisa
dilakukan dengan cara mengubah persepsi yang mampu meng-handle situasi itu
atau menarik orang tersebut dari situasi itu.
|
||
Persiapan untuk Konseling
|
Singkat kata, bahwa konseling bisa berjalan dengan
sempurna jika masing-masing sudah mempunyai kesiapan untuk menjalin hubungan
ini. Itulah sebabnya, kondisi kesiapan ini harus dipersiapkan secermat
mungkin agar proses konseling yang dilakukan bisa berjalan efektif.
|
||
Person/Counselor Fit
|
Kecocokan diperlukan antara klien dan konselor,
agar konseling dapat berjalan dengan harapan yang baik.
|
||
3
|
Umpan Balik
|
Karakteristik Informasi
|
Informasi yang
diberikan haruslah jelas, ringkas, konkrit, dan hati-hati.
|
Kekuatan dan Kelemahan
|
Umpan balik mungkin mencakup kekuatan dan kelemahan.
Biasanya lebih baik diawali dengan kekuatan dan diakhiri dengan kelemahan.
Jika langkahnya dibalik, orang mungkin jadi defensif atau akan kehilangan
semangat yang berakibat dia tidak akan mendfengarkan hal-hal penting dari
pembahasan masalah.
|
||
Inviting Questing
|
Konseli dapat diajak untuk bertanya selama atau
setelah umpan balik. Pertanyaan-pertanyaan dapat dijawab secara langsung
dengan sportif. Kadang-kadang orang bertanya dengan pertanyaan yang dapat
mencegah proses umpan balik. Untuk kasus seperti ini, konseli tersebut
diminta untuk menunda pertanyaannya sampai akhir pembicaraan.
|
||
Rekomendasi
|
Setelah menyampaikan feedback, konselor memberikan
rekomendasi kepada konseli, namun harus dijelaskan bahwa rekomendasi tidak
harus dijalankan, namun sebaiknya diikuti
|
||
4
|
Persetujuan Konseling
|
Aspek Praktikal
|
Aspek ini meliputi berapa kali pertemuan dilakukan
dengan konselor, lamanya sesi pertemuan, kebijakan penundaan dan pembatalan
perjanjian serta prosedur pengaturannya. Jika tidak ada yang perlu diubah
berdasarkan informasi yang diperoleh dari tiga tahap awal pertama, maka ada
baiknya memfokuskannya pada kepentingannya.
|
Peran
|
Aspek kedua dari bagian persetujuan adalah
kesepakatan terhadap peran yang dibuat selama proses konseling dijalankan.
Peran dibuat disesuaikan pada keadaan konselor, orang yang dikonseling dan
situasi saat dilakukan konseling.
|
||
Ekspektasi
|
Orang yang konseling dapat juga berbagi harapannya
pada konselor. Orang tersebut dapat mengatakan pada konselor apa yang yang
berguna dan apa yang tidak berguna. Biasanya pada tahap awal konseling, orang
tidak dalam posisi untuk menyatakan dengan jelas bagaimana konselor dapat
membantu.
|
||
Tujuan
|
Pertama, tujuannya harus spesifik dan dapat
diukur.
Kedua, tujuannya realistis.
Ketiga, tujuan konseling adalah kesehatan
psikologis.
Keempat, tujuan biasanya bersifat hirarkis
(bertahap/bertingkat).
Kelima, konseling harus memiliki tujuan yang
bergantung kepada orang yang dikonseling.
Keenam, tujuan harus selalu dievaluasi.
|
||
5
|
Perubahan Perilaku
|
Berfokus pada tanggungjawabnya
|
Peran konselor bukanlah menjawab
pertanyaan-pertanyaan di atas, namun justru menyediakan lingkungan dan
hubungan yang kondusif untuk membantu pertumbuhan pemahaman diri konseli dan
keberanian untuk mengubah setiap jawaban pertanyaan tersebut ke dalam bentuk
praktis.
|
Memanfaatkan Wawasan
|
Ada dua sudut pandang tentang wawasan yang
diperoleh dari pencarian di atas. Salah satunya adalah bahwa wawasan itu
sendiri dapat menghasilkan keseimbangan psikologis yang diperlukan untuk
mengurangi gejala dan menciptakan pertumbuhan.
|
||
Mirroring
|
Konselor bertindak sebagai cermin dimana konseli
dapat melihat diri mereka sendiri.
Intrapsikis berarti konselor merefleksikan kembali
diri konseli sehingga konseli dapat membuat perubahan tingkah laku yang
tepat.
interpersonal menunjukkan peran konselor untuk
merefleksikan dan menunjukkan kepada konseli, bagaimana reaksi orang lain
apabila konseli berperilaku tertentu.
|
||
Confronting
|
Seorang konselor mungkin akan melihat adanya
kesenjangan dalam perilaku atau gaya hidup konseli. Pengkonfrontasian
bersifat lebih asertif dan berfokus pada motivasi-motivasi konseli yang lebih
dalam dan perilaku-perilaku yang bertolakbelakang. Pengkonfrontasian
sebaiknya dilakukan saat konseli telah memiliki pemahaman akan dirinya.
|
||
Memberikan Dukungan
|
Konselor memiliki peran untuk meyakinkan,
memberikan dorongan positif serta menunjukkan aspek-aspek positif dari suatu
situasi yang menimbulkan kecemasan.
|
||
Reverse Shaping
|
Konselor yang berperilaku dengan cara yang
menyenangkan konseli, akan dihargai dengan cara konseli tersebut menunjukkan
bukti akan adanya pertumbuhan diri. Sementara itu jika seorang konselor tidak
disukai konseli, maka konseli dapat menolak bahkan menyerang konselor.
Menghadapi situasi demikian sebaiknya konselor tetap berfokus pada tujuan
konseling serta mengabaikan tekanan dari konseli.
|
||
Transference
|
Pemindahan menunjukkan bagaimana konseli bereaksi
terhadap konselor. Pemindahan sering dipengaruhi oleh hubungan-hubungan yang
pernah terjadi antara konseli dengan orang lain di masa lalu. Cara konselor
memandang, berbicara, duduk, berpikir menunjukkan emosi, dan nilai-nilai
konselor yang dapat memicu terjadinya reaksi pemindahan yang bersifat positif
maupun negative.
|
||
Countertransferences
|
Countertransference berbentuk reaksi-reaksi yang
tidak tepat oleh konselor terhadap perilaku konseli. Sama dengan
transference, countertransference dapat bersifat positif maupun negative.
|
||
Interpretasi
|
Tujuan dari interpretasi adalah meningkatkan
pengetahuan diri. Interpretasi merupakan proses menyingkap informasi yang
bahkan tidak diketahui oleh konseli itu sendiri, dimana informasi-informasi
tersebut terletak pada alam tak sadar, dari konseli.
|
||
6
|
Pemberhentian
|
-
|
Tahap terminasi ini dilakukan apabila konseli
telah dapat secara bertanggungjawab menyelesaikan permasalahannya atau dapat
tumbuh sebagai seseorang dengan kepribadian yang lebih baik. Terminasi tidak
berarti proses konseling sudah selesai. Proses terminasi dapat dilalui dengan
mulai mengurangi jadwal sesi konseling, secara beransur-ansur sampai konseli
betul-betul menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab terhadap
perilakunya sendiri.
|
Minggu, 23 Desember 2018
Tahap-tahap Konseling
By Ridwan Ikhtiar at 15.19
6 comments

Sangat membantu saya
BalasHapusalhamdulillah sangat bermanfaat. saran supaya menampilkan ahli nya siapa dan sitasinya juga agar semakin valid.
BalasHapusMakasih udah dirangkum begini. Jadi lebih mudah dipahami...
BalasHapusSangat bermanfaat bisa digunakan saat mau mendgrkan curhatan2 dr orang meskipun berbeda dengan konseling
BalasHapusWaah sudah di rangkum 👍
BalasHapusSudah di rangkum, makin enjoy bacanya. Makasih wan
BalasHapus