Minggu, 23 Desember 2018

Tahap-tahap Konseling

No
Tahap
Aspek
Keterangan
1
Pengumpulan Informasi
Pertanyaan
Dengan mempersiapkan pertanyaan tentunya dapat membantu konselor dalam mengambil data, dalam sesi ini sedapat mungkin dikerjakan dalam waktu yang relative singkat. Apapun itu konselor harus dapat mengetahui permasalahan klien.


Interaksi dan Reaksi
Interaksi  diartikan sebagai upaya menyelidiki calon klien dengan cara yang lembut, bersifat sementara.

Reaksi dalam kaitan ini diartikan sebagai tampilnya konselor dengan penyesuaian yang sempurna dengan reaksinya terhadap calon klien
2
Evaluasi
Gejala-gejala
Perlu memahami apakah klien tersebut memang benar-benar dikategorikan sebagai orang yang diindikasikan memiliki gangguan sesuai dengan DSM


Penyebab Gejala
Penyebab munculnya gejala persoalan psikologis yang memerlukan layanan konseling disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan dasar psikologis itu sendiri. Adapun kebutuhan dasar psikologis dimaksud adalah kebutuhan akan rasa aman, cinta, penghargaan, keterpenuhan, stimulasi, kebebasan, kesenangan, dan tujuan (cita-cita).


Meringankan Gejala
Untuk dapat menghilangkan gejala psikologis yang timbul pada diri seseorang tergantung dari jenis gejala yang muncul. Jika yang terjadi adalah kerusakan suasana psikologis akibat kejadian tertentu, maka dilakukan dengan merestruktur cara berfikirnya, memberikan kesempatan untuk mengungkapkan segala harapannya dan menentramkan perasaan secara bertahap, memberikan kasih sayang. Jika gejala yang terjadi adalah tertolaknya keinginan dari hubungan yang diharapkan dari orang lain, bisa dilakukan dengan cara mengubah persepsi yang mampu meng-handle situasi itu atau menarik orang tersebut dari situasi itu.


Persiapan untuk Konseling
Singkat kata, bahwa konseling bisa berjalan dengan sempurna jika masing-masing sudah mempunyai kesiapan untuk menjalin hubungan ini. Itulah sebabnya, kondisi kesiapan ini harus dipersiapkan secermat mungkin agar proses konseling yang dilakukan bisa berjalan efektif.


Person/Counselor Fit
Kecocokan diperlukan antara klien dan konselor, agar konseling dapat berjalan dengan harapan yang baik.
3
Umpan Balik
Karakteristik Informasi
Informasi yang diberikan haruslah jelas, ringkas, konkrit, dan hati-hati.


Kekuatan dan Kelemahan
Umpan balik mungkin mencakup kekuatan dan kelemahan. Biasanya lebih baik diawali dengan kekuatan dan diakhiri dengan kelemahan. Jika langkahnya dibalik, orang mungkin jadi defensif atau akan kehilangan semangat yang berakibat dia tidak akan mendfengarkan hal-hal penting dari pembahasan masalah.


Inviting Questing
Konseli dapat diajak untuk bertanya selama atau setelah umpan balik. Pertanyaan-pertanyaan dapat dijawab secara langsung dengan sportif. Kadang-kadang orang bertanya dengan pertanyaan yang dapat mencegah proses umpan balik. Untuk kasus seperti ini, konseli tersebut diminta untuk menunda pertanyaannya sampai akhir pembicaraan.


Rekomendasi
Setelah menyampaikan feedback, konselor memberikan rekomendasi kepada konseli, namun harus dijelaskan bahwa rekomendasi tidak harus dijalankan, namun sebaiknya diikuti
4
Persetujuan Konseling
Aspek Praktikal
Aspek ini meliputi berapa kali pertemuan dilakukan dengan konselor, lamanya sesi pertemuan, kebijakan penundaan dan pembatalan perjanjian serta prosedur pengaturannya. Jika tidak ada yang perlu diubah berdasarkan informasi yang diperoleh dari tiga tahap awal pertama, maka ada baiknya memfokuskannya pada kepentingannya.


Peran
Aspek kedua dari bagian persetujuan adalah kesepakatan terhadap peran yang dibuat selama proses konseling dijalankan. Peran dibuat disesuaikan pada keadaan konselor, orang yang dikonseling dan situasi saat dilakukan konseling.


Ekspektasi
Orang yang konseling dapat juga berbagi harapannya pada konselor. Orang tersebut dapat mengatakan pada konselor apa yang yang berguna dan apa yang tidak berguna. Biasanya pada tahap awal konseling, orang tidak dalam posisi untuk menyatakan dengan jelas bagaimana konselor dapat membantu.


Tujuan
Pertama, tujuannya harus spesifik dan dapat diukur.

Kedua, tujuannya realistis.

Ketiga, tujuan konseling adalah kesehatan psikologis.

Keempat, tujuan biasanya bersifat hirarkis (bertahap/bertingkat).

Kelima, konseling harus memiliki tujuan yang bergantung kepada orang yang dikonseling.

Keenam, tujuan harus selalu dievaluasi.
5
Perubahan Perilaku
Berfokus pada tanggungjawabnya
Peran konselor bukanlah menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, namun justru menyediakan lingkungan dan hubungan yang kondusif untuk membantu pertumbuhan pemahaman diri konseli dan keberanian untuk mengubah setiap jawaban pertanyaan tersebut ke dalam bentuk praktis.


Memanfaatkan Wawasan
Ada dua sudut pandang tentang wawasan yang diperoleh dari pencarian di atas. Salah satunya adalah bahwa wawasan itu sendiri dapat menghasilkan keseimbangan psikologis yang diperlukan untuk mengurangi gejala dan menciptakan pertumbuhan.


Mirroring
Konselor bertindak sebagai cermin dimana konseli dapat melihat diri mereka sendiri.

Intrapsikis berarti konselor merefleksikan kembali diri konseli sehingga konseli dapat membuat perubahan tingkah laku yang tepat.

interpersonal menunjukkan peran konselor untuk merefleksikan dan menunjukkan kepada konseli, bagaimana reaksi orang lain apabila konseli berperilaku tertentu.


Confronting
Seorang konselor mungkin akan melihat adanya kesenjangan dalam perilaku atau gaya hidup konseli. Pengkonfrontasian bersifat lebih asertif dan berfokus pada motivasi-motivasi konseli yang lebih dalam dan perilaku-perilaku yang bertolakbelakang. Pengkonfrontasian sebaiknya dilakukan saat konseli telah memiliki pemahaman akan dirinya.


Memberikan Dukungan
Konselor memiliki peran untuk meyakinkan, memberikan dorongan positif serta menunjukkan aspek-aspek positif dari suatu situasi yang menimbulkan kecemasan.


Reverse Shaping
Konselor yang berperilaku dengan cara yang menyenangkan konseli, akan dihargai dengan cara konseli tersebut menunjukkan bukti akan adanya pertumbuhan diri. Sementara itu jika seorang konselor tidak disukai konseli, maka konseli dapat menolak bahkan menyerang konselor. Menghadapi situasi demikian sebaiknya konselor tetap berfokus pada tujuan konseling serta mengabaikan tekanan dari konseli.


Transference
Pemindahan menunjukkan bagaimana konseli bereaksi terhadap konselor. Pemindahan sering dipengaruhi oleh hubungan-hubungan yang pernah terjadi antara konseli dengan orang lain di masa lalu. Cara konselor memandang, berbicara, duduk, berpikir menunjukkan emosi, dan nilai-nilai konselor yang dapat memicu terjadinya reaksi pemindahan yang bersifat positif maupun negative.


Countertransferences
Countertransference berbentuk reaksi-reaksi yang tidak tepat oleh konselor terhadap perilaku konseli. Sama dengan transference, countertransference dapat bersifat positif maupun negative.


Interpretasi
Tujuan dari interpretasi adalah meningkatkan pengetahuan diri. Interpretasi merupakan proses menyingkap informasi yang bahkan tidak diketahui oleh konseli itu sendiri, dimana informasi-informasi tersebut terletak pada alam tak sadar, dari konseli.
6
Pemberhentian
-
Tahap terminasi ini dilakukan apabila konseli telah dapat secara bertanggungjawab menyelesaikan permasalahannya atau dapat tumbuh sebagai seseorang dengan kepribadian yang lebih baik. Terminasi tidak berarti proses konseling sudah selesai. Proses terminasi dapat dilalui dengan mulai mengurangi jadwal sesi konseling, secara beransur-ansur sampai konseli betul-betul menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab terhadap perilakunya sendiri.

6 komentar:

  1. alhamdulillah sangat bermanfaat. saran supaya menampilkan ahli nya siapa dan sitasinya juga agar semakin valid.

    BalasHapus
  2. Makasih udah dirangkum begini. Jadi lebih mudah dipahami...

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat bisa digunakan saat mau mendgrkan curhatan2 dr orang meskipun berbeda dengan konseling

    BalasHapus
  4. Sudah di rangkum, makin enjoy bacanya. Makasih wan

    BalasHapus